Senin, 08 Oktober 2012

Ungkapkan Selagi Sempat


Entah kenapa hari ini jadi ingat sama Almarhum Papa.
ga terasa udah 2 tahun lebih berlalu , ingatan itu gak bakal pernah aku lupain dimana hari itu , Tgl 27 mei pas ulang tahunku yang ke 17 .
aku ke rumah sakit dimana Papa di rawat , Papa masuk rumah sakit udah 4 hari setelah di diagnosa mengidap penyakit Ginjal , yang semua berimbas sampai ke organ tubuh lainnya seperti Jantung dan Hati . belum lagi papa mengidap penyakit diabetes .
hari itu seakan ga ada tanda tanda sedikitpun aku datang bawain kue ultah , Papa yang saat itu terbaring lemah di tempat tidur tiba-tiba aja bangun ya aku langsung kaget dong secara Papa udah gak kuat bangun n duduk kyak gitu . dia ngucapin selamat ultah.
malam udah semakin larut aku mutusin untuk balik ke rumah bareng sama Mama , dengan berat hati sebenarnya gak tega ninggalin Papa yang keadaannya kyknya semakin parah tapi aku ama Mama udah niat mau ke rumah sakit besok pagi . karna ada Kakak aku dan sodara Papa yang lainnya yang jaga kita gak begitu khawatir.

kira kira sekitar jam setengah limaan Mama udah bangun untuk sholat subuh setelah itu Mama langsung pamit mau ke rumah sakit. dari semalam emang udah gak bisa tidur sih , feelingnya udah gak enak.
nah .. tinggalah aku sendiri di rumah skitar 20 menit kemudian kakak-ku telpon aku mana ngomongnya gak jelas lagi . dy ngomong gini " De, Papa udah ga ada" dengan nada yang sedih "jangan becanda ah" . ' serius de Papa udah ninggalin kita' *hening seketika
seakan dunia berhenti berputar aku yang saat itu baru bangun tidur langsung cepat-cepat ke depan rumah cari kenderaan yang bisa bawa aku ke rumah sakit saat itu juga , aku nangis tiada henti , nangis sejadi-jadinya sampai-sampai orang disekitar rumah ngeliatin . aku udah gak peduli !
udah nyampe di pertengahan jalan Ambulance lewat di dalamnya ada Mama . yaudah aku langsung balik lagi ke rumah.
singkat cerita Papa udah di bawa masuk kedalam kamar , disitulah air mataku tumpah ruah gak ada hentinya . masih gak nyangka liat jasad Papa terbujur kaku kyak itu.
ya Allah cobaan mu sangat berat ..
gue cium kening Papa dan berdoa, mengaji di samping jasad Papa yang sudah kaku.
semalam adalah ucapan ultah terakhir dari Papa :(


Kebanyakan dari kita, mungkin selalu terlambat untuk mengungkapkan rasa sayang kepada orang tua kita. Mungkin, hanya ada tetes air mata kerinduan setelah mereka pergi, namun saat mereka masih bersama-sama kita, saling tertawa atau berbagi rasa, kita seperti melupakan kehadiran mereka. Dan setelah masa keberpisahan itu tiba, baru kita sadar, betapa kita mencintai mereka.


Beberapa orang, mungkin akan tetap tangguh dengan senyuman di hadapan orang-orang saat kerumunan berkunjung di hari berkabung itu. Namun, ada saat di mana tembok-tembok bisu menjadi saksi, air mata yang tumpah dari seorang yang sangat mencintai orang tuanya.

Terkadang sering sekali kita alpa. Kita mengingat mereka saat orang-orang itu telah tidak ada. Bahkan, beberapa orang terlalu sering mencaci mereka, saya pernah melihat di dalam salah satu forum yang bercerita tentang remaja-remaja ababil yang manja yang mendurhakai kedua orang tua mereka. Geraham saya gemeretak saat itu. saya benar-benar benci dengan sikap tidak tahu terima kasih seperti itu.

Menjadi wanita adalah suatu hal yang menyenangkan. Perempuan, tentu tidak akan malu saat mereka menangis di hadapan semua orang. Perempuan, tentu tidak akan malu saat mereka saling berbagi dan menampakkan kasih sayang.

Teman, jangan sia-siakan waktumu. Berapa kali engkau telah berganti kekasih? Berapa kali setiap kekasih meninggalkanmu untuk bertemu dengan cinta yang lain, ada orang-orang yang tidak akan pernah meninggalkanmu: mereka adalah kedua orang tuamu dan saudara-saudaramu. Di tengah sikap mereka yang terkadang egois, tersimpan ribuan kasih sayang dan cinta melebihi yang mampu kekasihmu berikan.

Jangan sampai terlambat. Peluk dan ciumlah kedua orang tuamu selagi sempat. Ungkapkan kata cinta yang paling indah yang mampu engkau berikan. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling menyayangimu melebihi seribu kekasih yang terlalu sering bercerita tentang cinta kepadamu.


Jangan sampai terlambat. Cintailah mereka. Ungkapkan selagi sempat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar